Awalnya saya berniat untuk memanfaatkan hari ini untuk mengerjakan tugas-tugas kantor yang menumpuk dengan indahnya. Mungkin bisa memulai untuk mengerjakan kerangka jurnal atau rancangan karya tulis ilmiah. Atau bisa juga untuk melanjutkan analisis isi tabel, atau studi literatur untuk persiapan FGD (Focus Group Discussion) minggu depan. Oh ya, saya juga dimintai bantuan untuk membuat konsep assessment tingkat kematangan IP oleh seorang teman peneliti. Dan lagi, saya belum memilih mata kuliah tambahan apa yang akan saya ajar untuk semester ini selain Komputer Grafik. Jadi, saya rasanya perlu untuk mempelajari SAP lebih lanjut.
Aargh, seems i’m gonna really busy today..
Maka dimulailah penjelajahan dunia maya saya hari ini. Setengah jam berkutat dengan paper, saya pun sudah mulai ngantuk. Berhubung tidak boleh menyeruput kopi, maka untuk penyegaran pikiran, mampirah saya ke Kaskus. Setelah merasa cukup kenyang dengan thread-thread di Lounge, saya pun menyempatkan untuk cuci-cuci mata di FJB. Saya tersadar untuk segera mendandani Kautsandroid dengan Softcase karena doi sudah mulai dekil ngga karuan. Namun memang mencari softcase tipe HIS(Huawei Ideos S7) ini butuh perhatian ekstra. Selain karena jarang yang jual, sekalinya ada, pun harganya mahal gila. Berkisar antara 80rb(standar banget modelnya) sampai yg 225rb(sangat fit karena memang dibuat khusus untuk HIS, meskipun bentuknya juga biasa banget dan cuma ada warna hitam). Maunya sih beli yang fit, tapi harganya itu loooh, masa mendekati Bodypack yang kemarin saya beli, itu aja bayarnya pakai KK (bukan kartu keluarga ya..
) karena memang tabungan lagi sepi karena terpakai untuk suatu keperluan yang sangat penting*izin curcol sodara-sodara
. Dan lagi, si penjual sudah memberi warning untuk tidak menggoyang harga alias nawar, karena harga sudah supernett. Belum lagi harus membayar ongkos kirim dari Yogya ke Depok. Arrgh tidaaak. Not affordable untuk situasi warit (wajib ngirit) saat ini, hehe..
Jadilah, dalam kegalauan maksimal, muncullah jiwa kreatif saya yang sempat hibernasi 13 tahun(Busyet, hibernasinya seumuran anak SMP nih :p). Cantik-cantik begini, saya dulu sering loh bikin kerajinan tangan waktu masih berseragam putih merah. Saya berniat untuk membuat softcase sendiri. Saya pun mulai mempersiapkan alat dan bahan sebelum perang. Setelah mengubek-ubek seisi rumah, saya pun menemukan barang yang kiranya relevan dengan ujicoba kali ini. Gunting, penggaris, kain jeans nganggur, undangan kawinan bekas, dan LEM KOREA. Pasti pada tahu kan sama produk yang ngehits banget kalau abang-abang di bus ngiklanin ini lem. Dan kenapa ditulis dengan huruf besar? Karena dia adalah man of the match proyek iseng ini. Awalnya saya menghindari aktivitas jahit-menjahit, jadilah lem gocengan ini menjadi andalan saya. Tempel sana tempel sini. Setelah terlibat dengan lem ini, saya baru sadar kalau perlu memakai sarung tangan. Karena kalau kena kulit, rasanya itu PANAS bung! Udah gitu, bekasnya TIDAK MUDAH HILANG, jenderal ! Ini produk memang cocok banget untuk memberikan efek detruksi yang signifikan pada tanganmu. Jadi, kalau ngga mau jari lentik hasil meni pedi rusak, kita wajib pakai sarung tangan. Berhubung susah nyarinya, jadi saya menggunakan kantong plastik di kedua tangan, meskipun agak tidak leluasa. Mendekati sentuhan akhir, lemnya habis. Bagus. Terpaksa pakai jarum dan benang deh. Hasil finalnya, saya beri nama My Beautiful Disaster. Bentuknya memang berantakan, tapi saya sukaaa sekali

- My Beautiful Disaster : Tampak Depan

My Beautiful Disaster : Tampak Belakang

My Beautiful Disaster : Tampak Dalam
Untuk menutupi jahitan saya yang kelewat abstrak, saya pun memanfaatkan pin gratisan. Cihuy deh. Puas. Jadi pengen disaster lainnya,
Tengah malam saya baru tersadar, bagaimana dengan tugas-tugas saya??? O..ow..
Regards,Posted from WordPress for Android

hhahahahaha
bagus kok ut, kreatif sangat..
gitu dong, yg namanya perempuan emang harus kreatif
Wkwkwk, belum liat aslinya ndaa.. Itu krn efek gelap aja*sengaja* biar ga keliatan ‘disaster’nya,
anyway, thanks a lot ya ndaaa, jd semangat pengen bikin yg aneh-aneh lagi deh, heuheu.. Belajar jahit ahh sm ndaaa
hehehehe….

kata nyokap, dan kaka2 keterampilan perempuan itu KUDU (musti) bisa,
jadi klo gak punya kerjaan kantor tapi masih bisa hidup dengan bisa keterampilan macem2
mau setomboy atau segahar apapun, yang namanya perempuan harus bisa Sumur-Dapur-Kasur
Untuk case kaut, TOP BGT deh kepikiran untuk bikin hehehe, kan gak jadi sampah kaaaan barang2 yg ga dipake
well, kalo itu sih aku setuju nda..mau gimana pun kita, idealnya perempuan harus bisa ngurusin rumah.. belum kebayang sih, nanti gimana ya kaut ngurus rumahnya..hehehe..mudah2an aa tahan mental yaaah..
hoo iya doong menyelamatkan lingkungan sekaligus menyelamatkan dompet ndaaa,hehehe
btw, aku pengen belajar clay deh
Kalo clay aku blm tertarik ut,

emang kaut mau bikin apaan?
mending belajar bikin muffin yg lucu2 buat kawinan nanti, lebih hemat hihihihihi
lagian nda masih penasaran sama rajutan soalnya, belum bisa2 belajar rajutan yang pake dua jarum hehehehe
browsing2 banyak kok ut blogs yang share teknik2 keterampilan, beli bukunya mahilda (mahaaaal) wekekekek
gak kebayang kalo kaut langsung blendung ntar, anaknya kaya apa yaa? hihihihi
kalian ngomongin apaan sih???