Tags

Hari Rabu sudah berlalu. Sang vendor undangan pun kembali tak bisa memenuhi janjinya, dan minta untuk diundur waktunya hingga hari Sabtu ini. Ketika ditelepon lagi, sang vendor pun lagi-lagi menjawab, maaf diundur ya jadi hari Senin depan. Karena besok kan Iedul Adha, jadi ngga ada anak buah yang bisa dipaksa untuk lembur.

Ya bener siiih, tapi kaaan..

Jadilah si aa setres sendiri. Akhirnya si aa membuat rencana, dengan membuat undangan backup di tempat lain sebanyak 200 undangan. Memang jatuhnya lebih mahal seribu rupiah per undangan dan tanpa poly, namun vendor baru ini menjanjikan bisa jadi di hari Selasa. Dan si vendor menyanggupi untuk membuatnya sama seperti rancangan sang desainer undangan.

Jujur, awalnya saya sempat tidak setuju dengan rencana ini. Meskipun bukan saya yang bayar, tapi tetap saja bakal jadi pemborosan. Yang seharusnya undangan jatuhnya cuma 2.500 rupiah per buah, yang mana itu harga yang terjangkau untuk undangan, eh malah jadi membengkak dengan adanya rencana backup ini.Saya sempat bertahan dan berargumen untuk meminta si aa sabar menunggu hingga hari Senin. Kan vendor undangan bilang, akan diusahakan jadi hari Senin depan. Namun si aa sudah hilang kepercayaan pada beliau, karena beberapa kali merasa dibohongi, hehe.. Si aa cuma ingin ada undangan fisik yang bisa dipegang dan sudah bisa mulai disebarkan. Terutama untuk rekan-rekan orang tua kami. Kalau untuk teman-teman aa dan saya, memang sudah disebarkan melalui jejaring sosial terhitung mulai 3 November kemarin(T.G.I.F = Thanks God Its Facebook :smile: ).

Memang jadinya over budget untuk urusan undangan, tapi apa mau dikata, solusi inilah yang membuat semua pihak terkait menjadi tenang. Jadi, harus diikhlaskan saja, supaya hasilnya bagus dan sesuai harapan, dan yang penting tepat waktu.

Mudah-mudahan semuanya lancar jaya. Amin.

Regards,

Advertisement