Perkembangan Alif 10 bulan

Tags

,

Holaa..
Lama tidak mengunjungi blog, tak terasa Alif sudah menginjak 10 bulaaaan..Padahal niatnya mau sharing perkembangan Alif tiap bulannya, tapi ternya bundanya sok super sibuk plus manajemen waktu yang belum bagus, jadinya tidak sempat deh, hehe..

Back to the topic, Alhamdulillah di 10 bulan ini Alif terlihat makin lincah, makin bikin bunda ngos-ngosan ngejagainnya.. Beberapa perkembangannya :
+Alif sudah menyelesaikan rangkaian imunisasi pertamanya..
+Alif sudah bisa ngebut merangkaknya😀
+Rasa ingin tahu dan penasarannya semakin besar,
+Tertarik pada segala jenis kabel dan err. TONG SAMPAH..yess, Alif bisa super semangat kalau menggapai tong sampah..
+Alif sudah bisa berdiri dengan berpegangan pada sesuatu..
+Alif mulai hobi menggigit-gigit benda-benda aneh, misalnya besi pinggiran tempat tidur, kayu pinggiran meja, tuas kursi..
+Alif sudah mulai mengeluarkan beberapa kata, seperti “daa daa”, “yayaah”, “yaaang”, “baabaa”, “keee” dan kadang “neeeen”.
+Alif sudah mulai menangis kalau melihat ayah bundanya berangkat kerja..
+Gaya nenen Alif sudah makin ajaib, tak jarang bikin  bundanya berakrobat saat menyusui..
+Alif sudah makin pinter minum dari gelas..makin sedikit air yang tumpahnya..

Namun selain momen-momen membahagiakan tersebut, ada beberapa hal yang memunculkan kekhawatiran, yaitu Alif belum terbiasa memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan gigi Alif belum tumbuh satu pun😦

Sebenarnya kekhawatiran karena ketidakbiasaan Alif memasukkan makanan ke mulut sempat berkurang sedikit, karena beberapa hari lalu alif mau memasukkan kerupuk kulit ke mulutnya, karena penasaran liat ayahnya bolak balik mengambil kerupuk dan memasukkan ke mulut..Lama-lama Alif mupeng..setelah dicoba dipegangi satu kerupuk, ternyata dia memasukkannya ke mulut..huhu membahagiakaaan..Padahal bundanya sempat sedikit patah arang ketika memberikan Alif finger food karena fingerfood-nya akan dilempar dan dilempar lagi..
Mohon doanya ya supaya bundanya terus bersemangat untuk menstimulasi Alif agar mau memasukkan makanan ke mulutnya..

Kalau masalah gigi…Jujur saja, sedikit banyak rasa galau muncul ketika melihat bayi-bayi lain sudah memiliki gigi satu dua..sepupunya Alif yang lebih muda dua minggu bahkan sudah memiliki empat gigi, dua gigi atas dan dua gigi bawah. Sering kali saya berniat untuk berkonsultasi ke klinik tumbuh kembang. Namun  suami selalu meyakinkan saya bahwa Alif baik-baik saja, bahwa pertumbuhan setiap bayi berbeda-beda, bahwa nanti juga giginya akan tumbuh kalau saatnya sudah tepat..Amiin amiiin..

Oya, kalau ada Moms yang mau sharing perkembangan bayinya, boleh juga loh komentar di bawah..Mudah-mudahan juga ada moms yang bisa membantu menjawab kegalauan saya. Ditunggu sharingnya ya moms🙂

MPASI Perdana Alif

Tags

, ,

Alhamdulillah…

Puji syukur atas izin 4JJI swt, Alif bisa juga lulus ASI Ekslusif 6 bulannya. Meskipun dalam perjuangan menuju S1 ASI, saya didukung oleh 7 botol  ASIP dari moma Kiya dan 30 botol ASIP dari Bunda Tama. Terima kasih banyak ya Moms :’)

Sebagai istri yang jaraaaaaaaaaang sekali memasak untuk suami tercinta, tapi saya tetap ingin menyiapkan makanan untuk buah hati. Kalau ayahnya kan bisa cari makan sendiri :p Untuk referensi persiapan MPASI Alif, saya pun rajin bertandang ke berbagai forum dan situs  yang membahas MPASI. Sebut saja The Urban Mama, Mommies Daily, milis MPASI Rumahan. Sepadat apapun di kereta saya selalu sempetin baca forum tersebut secara paralel sepanjang perjalanan pulang dan pergi supaya bisa nyontek persiapannya dari buibu yang canggih-canggih itu.

Yang namanya persiapan, saya itu paling semangat kalau sudah sampai tahap : BELANJA. Browsing sana sini, cari referensi harga, cari referensi produk, nonton cara pakainya di youtube, dan sejenisnya.

Apa saja perlengkapan di awal MPASI Alif?

Sejauh ini perlengkapan untuk menyambut MPASI Alif yang sudah ada :

  1. Takahi Slow Cooker 0.7 liter
  2. Pigeon Feeding Set (piring, sendok, gelas, perasan jeruk, saringan)
  3. Aneka slabber
  4. Talenan
  5. Pisau
  6. Peeler
  7. Gelas takar plus sendok takar
  8. Hand blender Kris
  9. Ice cubes tray silikon
  10. Plastik wrap
  11. Zip plastic bag
  12.  Aneka slabber murah meriah

Dari sekian produk, dalam 3 hari MPASI Alif berjalan, produk yang sudah digunakan ternyata cuma mangkok, sendok, gelas, perasan jeruk, saringan, talenan sama pisau, hehehe. (*Emak terlalu napsu belanja). Oya sama slabber. Tapi ternyata saya lebih suka pakai kain bedongan Alif waktu baru lahir itu dibikin jadi syal, biar lebih luas area coveragenya, jadi ngga ngotorin bajunya,😀

Produk hand blender, ice cubes tray, plastik wrap sama zip bag itu rencananya disiapkan untuk membuat puree yang dibekukan seperti yang dicontohkan di Wholesomebabyfood. Tapi berhubung belum sempat, saat ini mereka masih teronggok manis dalam kardusnya alias belum dibuka :p

Jadi, apa sih yang jadi makanan perdana Alif?

Sabtu, 7 Juli 2013

Suapan pertama Alif adalah bubur encer dari tepung gasol beras merah. Cara buatnya saya contek plek dari video ini. Hasilnya cukup untuk dua kali porsi makan Alif di hari pertama. Tanpa tambahan gula dan garam, saya pun mencicipi hasil masakan pertama saya untuk Alif. Dan, saya tidak doyan. Hahaha. Buat saya yang penganut aliran rasa enak dan enak banget, bubur ini adalah pengecualiannya. Tapi tidak buat Alif. Ketika dihidangkan untuk Alif, saya menambahkan 30 ml ASIP ke dalam piring makannya. Suapan pertama, mukanya mendadak berubah. Dia mengecap-ngecap dengan tampang berpikir. *Uh, apa sih yang sedang ada di pikiranmu, Nak? Tapi di suapan berikutnya,mulutnya selalu mangap begitu sendok mendekati. Hati ibu mana yang takkan girang jika dalam situasi seperti ini. Bagaikan mendapat transferan gaji ke 13, 14, 15,…

Malamnya si ayah membawa pisang ambon satu sisir buat si Alif (errr..bisa buat sekeluarga sih..)Saya yang tak sabar menunggu esok, menyuapi Alif buah pisang gitu aja (dikupas dulu sih kulitnya). Hasilnya, Alif icip-icip dan kayaknya doyan juga😀

Minggu, 8 Juli 2013

Bunda sok jago masak ini kembali membuat bubur tepung beras merah untuk sarapan Alif. Ketika dihidangkan, kali ini pakai air perasan jeruk baby. Hasilnya? Alif mangap dengan muka lebih gembira dari hari pertama. Yess, sukses lagi.

Ketika main ke rumah mertua, Nininya gembira sekali mengetahui Alif sudah mulai makan. Nini pun menyuapi bekal yang saya bawa yaitu satu buah pisang ambon. Dan ternyata, cepat sekali habis. Nini yang masih amat bersemangat menyuapi Alif pun menyuruh Imam (adik suami) membeli biskuit Regal tanpa sepengetahuan saya. Agak sedih sih, tapi ya ini jadi pelajaran buat saya. Noted. Besok kalau main ke Ciputat lagi, musti bawa bahan makanan yang lebih banyak.  Akinya juga begitu bersemangat hingga tiba-tiba menghilang dan kemudian membawa 2 kilo alpukat untuk Alif.  Yak, dua kilo! hehehe (Lumayan bisa buat bundanya ngejus sama maskeran :p)

Senin, 9 Juli 2013

Menu Alif makin beragam kombinasinya. Bubur tepung gasol beras merahnya dicampur pisang, dan sudah pasti dia doyan. Kemudian minumnya air perasan jeruk baby. Siangnya ngemil kerokan alpukat. Sorenya dikasih bubur tepung gasol lagi.

Selasa, 10 Juli 2013

Tadi pagi sebelum ngantor, saya sempat menyiapkan sarapan untuk Alif : bubur tepung gasol beras merah dicampur dengan labu parang kukus. Saking keasyikan menyuapi Alif, sampai jadi telat ngantor, hehehe.

Ngga sabar mau coba menu-menu lain dan memberdayakan perlengkapan yang ada untuk makanan Alif. Wish me luck🙂

Pengalaman Menyusui Seorang Ibu Baru (Amatiran)

Tags

, , ,

Setelah melahirkan, kehidupan saya pun memasuki babak baru, yaitu episode menyusui. Ketika pertama kali dipertemukan dengan Alif di ruang rawat, suster mengajarkan saya untuk menggendong dan menyusui. Saya belum boleh banyak bergerak pasca operasi dan masih memakai kateter, sehingga posisi menyusui saya sangat terbatas. Rasanya luar biasa sekali, ketika melihat Alif mangap saat disodorkan payudara(PD). Hari pertama, ASI saya keluar sangat sedikit dan berwarna kuning. Mungkin itu yang namanya kolostrum. Meskipun cuma keluar sedikit, sepertinya Alif tidak ada masalah, dia pun menghisap-hisap puting PD sebentar, kemudian tertidur lagi. Ketika saya menanyakan perihal puting PD yang agak perih ketika menyusui, suster menjawab hal tersebut wajar dialami oleh ibu baru, karena lidah bayi kasar.

Namun ternyata saya tidak menyadari bahwa hari pertama dan kedua, Alif mungkin belum terlalu lapar. Memasuki hari ketiga, permintaan ASI Alif mulai meningkat. Alif mulai menangis dengan teriakan-teriakannya begitu dia menghisap dan sepertinya air susu yang keluar tidak memenuhi harapannya. Ditambah lagi, ketika menghisap, rasanya seperti digigit oleh gusi atas bawah Alif yang belum ada gigi itu. Saya pun diresepkan salep Kamilosan untuk lecet di puting PD oleh dokter ketika beliau visit dan saya mengutarakan keluhannya.

Kata orang, saat menyusui bayi adalah momen paling indah dan surga dunia. Momen paling membahagiakan dan mendekatkan jiwa antara sang bayi dan sang bunda. Tapi, tidak begitu dengan yang saya alami.  Setiap momen menyusui, saya pasti banjir keringat dan air mata menahan sakit dari perihnya PD, karena ‘gigitan’nya yang semakin kuat. Selain itu, puting PD kanan saya ‘mendlep’ tidak muncul dengan sempurna seperti layaknya yang sebelah kiri. Mungkin juga ada hubungannya dengan operasi tumor PD di sebelah kanan yang pernah saya lakukan tahun 2010. Alif lebih suka menyusu di sebelah kiri daripada di sebelah kanan. Akibatnya, payudara yang kanan rasanya bengkak dan sakit sekali (belakangan baru saya tahu itu adalah ‘mastitis’). Begitu juga dengan PD kiri. Suster pun mengajari saya untuk memijat payudara supaya bengkaknya berkurang.

Karena puting  PD kiri yang semakin lecet dan perihnya tak tertahankan, saya pun terpikir untuk memberikan ASI secara tidak langsung dulu kepada Alif sampai lecetnya agak mendingan. Maka saya pun melakukan pumping dengan Medela Harmony. Dengan semangat ’45, saya memompa dengan bayangan botol terisi penuh seperti yang pernah saya lihat pada foto-foto hasil ASI perahan di forum-forum bunda. Ternyataaaa..jangankan penuh, mencapai 10 ml saja itu harus penuh perjuangan dan tangan sudah sangat pegal. Huwaaa..

Hal ini berlanjut terus sampai hari ketujuh, sebelum melaksanakan syukuran aqiqah Alif, sang suami membelikan nipple shield Pigeon untuk membantu proses menyusui. Alhamdulillah, setelah memasang nipple shield pada PD kanan, Alif mau menyusu. Dengan bantuan nipple shield, saya juga mulai berani menyusui Alif di PD kiri, karena perihnya tidak begitu terasa seperti ketika menyusui langsung. Saya juga bisa menabung ASI perahan setetes demi setes dengan bantuan nipple shield ketika memompa.

Saya pun berpikir bahwa tidak masalah kalau saya harus menyusui sampai Alif lulus ASI ekslusif 6 bulan ditemani dua sahabat (baca : salep dan nipple shield) tersebut. Seminggu berjalan, mulai muncul nada-nada protes secara tidak langsung dari keluarga mengenai kebiasaan saya menggunakan nipple shield. Mereka bilang “kasihan sekali Alif tidak bisa menyusui secara langsung”, “coba aja dicopot dulu karetnya, kasian tuh si Alif”, dan sebagainya. Intinya mereka kontra dengan persahabatan saya dengan si nipple shield. Sedih sekali rasanya waktu itu. Saya sempet curhat ke suami, bahwa mereka bisa bilang begitu karena mereka tidak merasakan betapa perih dan sakitnya proses menyusui tanpa nipple shield ini. Untungnya suami cukup bersabar menghadapi saya yang katanya sedang dalam baby blues syndrome.

Sampai pada masanya ketika malam hari, saya hampir tidak tidur karena memenuhi permintaan Alif untuk menyusu. Begitu juga suami yang juga begadang menemani saya, padahal paginya dia harus berangkat ke kantor. Tiap malam itu, sudah lebih dari sejam menyusu, tapi sepertinya Alif tidak juga kenyang. Menangis dan terus menangis. Pernah suatu malam saya menyerah untuk menyusui Alif, dan suami pun memakai stok ASI perahan di kulkas  agar saya bisa beristirahat. Akhirnya Alif pun menempel pada PD, menghisapnya terus berjam-jam sampai akhirnya ketiduran. Dan ini berlangsung hingga Alif berusia tiga minggu.

Akhir pekan, suami mengajak saya untuk berkonsultasi di klinik laktasi Kemang Medical Care atas masalah yang kami hadapi. Di klinik laktasi tersebut, oleh dr. Gina Swastika saya diajarkan  posisi menyusui sambil berbaring yang bisa saya terapkan ketika tubuh lelah. Selain itu saya diberitahu bahwa  penggunaan nipple shield itu tidak dibenarkan sama sekali, karena bisa menyebabkan bayi bingung puting. Namun dari hasil konsul, kami menemukan fakta menyedihkan bahwa berat badan Alif kurang dari yang seharusnya, karena setelah tiga minggu BB Alif hanya naik 310 gram. Setelah melakukan pemeriksaan singkat pada lidah bayi,  dr. Gina menyimpulkan bahwa Alif ada indikasi ‘tongue-tie’, dan merekomendasikan untuk secepatnya dilakukan insisi. dr. Gina pun memberi rujukan untuk berkonsultasi mengenai insisi tersebut ke dr. Hani Purnamasari, dokter spesialis anak di KMC. Sambil menunggu dr. Hani yang baru praktek di sore hari, kami pun makan siang dan mencari informasi lebih lanjut mengenai tongue-tie itu.

Kelanjutannya baca di posting berikutnya ya🙂

Persalinan Caesar

Tags

,

Melanjutkan posting sebelumnya, akhirnya tanggal 9 Januari 2013, saya pun bersiap menjalankan proses persalinan caesar. Berdasarkan petunjuk dokter, saya harus menjalankan puasa makan dan minum sebelum operasi, dimulai jam 12 malam. Maka dari itu, untuk persiapan puasa, pada Selasa malam, sang suami menawarkan untuk makan apa saja yang saya sedang inginkan. Maka saya pun meminta untuk berkeliling ke Bintaro Sektor 9, karena disana pilihannya cukup beragam. Setelah dua kali berputar ke selurruh area, saya pun memutuskan untuk menyantap Nasi Briyani Ayam dan Teh Tarik sebagai makan malam terakhir sebelum lahirnya Detak. Sesampainya di rumah, kami mengecek berbagai perlengkapan yang nantinya akan dibawa ke rumah sakit. Tas Detak, tas saya, tas aa, dokumen-dokumen pendukung : kartu askes, KTP, kartu keluarga, kartu ATM, tabung tali pusat, selimut, dan sedikit perbekalan snack.

Jam 6 pagi, saya ditemani suami dan papa mertua pun sudah sampai di rumah sakit. Kemudian saya dibawa ke ruang persiapan, untuk berganti baju operasi dan melakukan serangkaian persiapan operasi, mulai dari tes urine,  dan memasrahkan diri untuk beberapa kali kontak dengan jarum seperti pemasangan infus, sekalian pengambilan sampel darah, tes alergi obat, serta tes BCT pembekuan darah di jari dan belakang telinga. Jam 7 pagi, ayah dan bunda juga tiba di rumah sakit untuk memberi semangat dan doa pada anaknya yang cantik ini (maksudnya, saya😀 ).

Sekitar jam 8 pagi saya didorong oleh perawat ke ruang operasi. Di ruang tunggunya, saya didatangi oleh dokter anestesi (maaf saya lupa namanya siapa, hehe). Oleh beliau, saya dijelaskan prosedur pembiusannya nanti saat operasi. Katanya, saya akan dibius secara lokal, sehingga hanya  bagian perut sampai kaki yang akan mati rasa sementara. Suasana pagi itu yang hujan gerimis terus menerus, menyebabkan dr. Winda, dokter yang akan membantu bersalin, terjebak macet di perjalanan sehingga persalinan saya akan sedikit terlambat. Sekitar jam 9, saya pun masuk ke ruang operasi. Sayang sekali suami tidak bisa ikut menemani😦.  Dalam ruang operasi, suster memasang kain hijau antara perut dan kaki sehingga saya tidak bisa melihat langsung prosesnya. Ketika akan memulai operasi, dokter dan semua tim yang membantu proses persalinan mengajak saya berdoa bersama untuk kelancaran operasi. Setelahnya saya pun menatap ke langit-langit ruang operasi. Ternyata di atasnya ada panel besi, sehingga secara tidak langsung saya bisa bagaimana proses Detak lahir ke dunia. Begitu ada terdengar, suara tangisan pertama Detak, tak terasa menetes air mata saya. Suster pun mengantarkan Detak pada saya untuk melakukan proses Inisiasi Menyusui Dini. Memang tidak sempurna seperti yang saya ketahui, yaitu bayi diletakkan di dada, kemudian dia akan mencari-cari puting sendiri. Yang saya alami, sang suster langsung mengarahkan bayi ke payudara saya untuk disusui. Setelah dia menyusui, sekitar beberapa menit, sang suster menyuruh saya untuk menciumi Detak, karena Detak akan segera dibawa keluar untuk diazani oleh ayahnya. Ketika saya bisa melihat wajah Detak  dengan jelas, puji syukur tak henti-hentinya terucap dari bibir saya melihat sosok mungil dan tampan itu. Maha Suci Allah🙂

Setelah Detak dibawa keluar oleh suster, saya masih harus tinggal di ruang operasi untuk dilakukan proses penjahitan, dan saya memilih untuk memejamkan mata dan tertidur beberapa saat. Setelah saya pulih, saya pun dibawa ke kamar rawat inap.  (Nanti kalau sempat, saya akan review ya mengenai kamar VIP ini sebagai referensi.)

Secara garis besar, Alhamdulillah proses persalinan berjalan lancar, Detak lahir dengan berat badan 3,25 kg dan panjang 51 cm pada pukul 09.45 WIB. Beginilah penampakan Detak setelah beberapa menit lahir ke dunia.

Detak :)

Jagoan kecilku🙂

Mudah-mudahan saya bisa ya terus berbagi cerita pengalaman saya menjadi ibu baru amatiran di sela-sela waktu cuti nikmatnya mengurus dia😀

Catatan Awal Tahun

Tags

, , ,

Halo Semua🙂

Lama tidak menyentuh blog ini, rasanya rindu sekali. Rindu berbagi cerita banyak hal yang telah saya alami belakangan ini. 

Memulai tahun 2013, mengingat kondisi stasiun-stasiun saat ini yang tidak bersahabat dengan ibu hamil, karena penuh dengan anak tangga dan tidak ada eskalator yang berfungsi untuk meringankan langkah menuju kantor, maka di usia kehamilan saya yang memasuki 37 minggu, saya pun memutuskan untuk cuti dari kantor dan mengerjakan beberapa hutang pekerjaan dari rumah. Karena semakin besar perut ini, semakin berat rasanya mendaki dan menuruni tangga stasiun.

Image

Anak-Anak Tangga Stasiun Cikini yang Kini Semakin Luar Biasa Berat untuk Didaki

Saya pun semakin rajin mengikuti kelas senam hamil dan mempraktekannya di rumah. Dengan harapan agar saya siap menghadapi persalinan dengan baik nantinya. Saya pun semakin rajin nungging agar posisi kepala bayi semakin di bawah. Saya juga rajin menonton aneka video yang berhubungan dengan persiapan melahirkan. 

Sabtu, 5 Januari 2013, setelah senam hamil, saya pun kontrol dengan dr. Winda di RS Sari Asih Ciputat, RS yang saya dan suami putuskan sebagai tempat persalinan dengan alasan menerima ASKES meskipun sifatnya cost-sharing  dan lokasinya dekat dengan rumah. Mendapat nomor antrian cukup belakang (25) sedangkan baru giliran pasien nomor 5, maka saya dan suami pun sempat belanja ke Tiptop dan makan mie ayam mas Moel yang sudah lama saya idamkan. Sedikit cerita tentang mie ayam Mas Moel, mie ayam super enak ini merupakan favorit saya sewaktu kuliah S1 dulu. Terakhir saya makan disini mungkin sekitar tahun 2009. Sampai sekarang pun tempatnya tidak berubah, masih di tenda di pertigaan jalan menuju Sari Asih. Beberapa kali ketika hamil dan sudah ngiler banget mau makan mie ayam ini, tapi ternyata mie ayamnya sudah habis atau warungnya sudah tutup. Makanya,ketika sabtu siang rintik-rintik itu masih ada mie ayamnya, maka dengan sigap saya pun memesannya. Suami yang tadi tidak berniat makan, begitu lihat saya makan dengan lahapnya,langsung dia ketularan mau makan juga,😀  Yang membahagiakan lagi, ketika membayar, mas Moel cuma menyuruh bayar satu porsi saja, sedangkan untuk saya itu gratis. Subhanallah, rezeki detak dalam perut ni🙂

Image

Mie Ayam Super Lezat Mas Moel cuma Rp 7.000,- saja :9

Sekian dulu cerita tentang mas Moel, kembali ke rumah sakit, pas sekali saya langsung dipanggil masuk ke ruang dokter. Setelah USG melihat kondisi Detak terkini, diketahui bahwa berat Detak saat ini 3.1kg. Dokter Winda pun melakukan pemeriksaan dalam pada vagina saya untuk menyatakan kesiapan melahirkan. Ternyata, panggul saya dinilai sempit untuk ukuran bayi seperti Detak. Artinya, saya disarankan untuk melahirkan dengan operasi Caesar. Dan itu sebaiknya dilakukan secepatnya karena dikhawatirkan saya akan mengalami kontraksi jika berlama-lama. Saya yang begitu menginginkan untuk melahirkan normal, langsung merasa galau segalau-galaunya. Tanpa memperhatikan saya yang sedang terbengong antara sadar dan tidak sadar, saya dijadwalkan caesar pada hari Rabu, 9 Januari 2013 jam 09 pagi. Dengan kondisi masih linglung dan perasaan campur aduk tidak ikhlas, saya pun harus menjalankan serangkaian prosedur persiapan caesar.  Akhirnya air mata saya mengalir. Disinilah peranan suami sangat berarti. Dia tanpa hentinya memberikan suntikan semangat untuk pasrah dan percaya bahwa yang dilakukan ini semata-mata untuk kebaikan dan keselamatan Detak dan bundanya. 

Begitu sampai rumah, ternyata saya malah menangis sejadi-jadinya menumpahkan perasaan yang tidak selesai dengan aliran air mata sedikit saja di rumah sakit. 

Belum sepenuhnya ikhlas, saya ngotot untuk mencari second opinion di RS Buah Hati, mendatangi dr Tri untuk minta pendapat beliau. Jika beliau berpendapat bahwa saya bisa melahirkan normal, maka saya pun akan melahirkan di RS Buah Hati, karena bisa tidaknya menggunakan fasilitas ASKES bukan lagi jadi pertimbangan utama. Hari Selasa pagi, ketika ada jadwal praktek beliau, kami pun mengunjunginya. Saya yang memeriksakan diri dari awal kehamilan dengan dr Tri masih memiliki keyakinan bahwa beliau akan pro normal bagaimanapun kondisi saya. Ternyata oh ternyata, beliau pun berpendapat sama dengan dr Winda, bahwa saya direkomendasikan untuk bersalin secara Caesar. 

Huhu, hancur sudah harapan melahirkan normal. Kembali saya menangis, menangis dan menangis semenjak antri bayar dokter, dalam perjalanan pulang di mobil hingga sampai kamar rumah. Dalam pelukan suami, dia menguatkan saya lagi untuk ikhlas dan bahwa ada sisi positif dalam caesar ini, yaitu kami bisa segera menyambut kedatangan Detak ke dunia. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mulai browsing seputar pengalaman melahirkan secara Caesar. 

Tentang bagaimana saya menghadapinya,akan saya ceritakan pada postingan selanjutnya ya🙂

Beasiswa S2 Kominfo 2013

Tags

, , ,

Buat yang menunggu-nunggu beasiswa untuk S2 dari Kementerian Kominfo, ini dia infonya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Tahun 2013 kembali membuka kesempatan dan menyediakan beasiswa pendidikan S2 di luar negeri bagi PNS di lembaga kementerian dan non-kementerian termasuk PNS TNI/ POLRI, baik di lingkungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta karyawan/karyawati swasta.

Syaratnya masih ngga berbeda dengan beasiswa pada tahun sebelumnya, yaitu :

  1. Lulusan sarjana (S1)
  2. Memiliki IPK minimal 2.90 (dari skala 4)
  3. Memiliki nilai Institutional TOEFL (ITP)  minimal 570 atau IELTS minimal 6.5
  4. Memiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 550
  5. Mendapat rekomendasi dari pejabat yang berwenang
  6. Diutamakan :
    a. Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun
    b. Berusia maksimal 35 tahun
    c. Belum memiliki gelar dan tidak sedang menerima beasiswa lain dan/atau sedang mengikuti program pendidikan S2
  7. Pendaftaran dan penyerahan berkas lamaran beasiswa paling lambat tanggal 12 Februari 2013

 Nantinya, kamu-kamu yang melamar beasiswa ini dan lulus dalam seleksi akan mengikuti program pendidikan S2 di perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Kominfo  di Inggris, Belanda, Jerman, Korea Selatan, Jepang dan Australia, dengan pilihan universitas sebagai berikut :

Pilihan Universitas Tahun 2013 (pilihan universitas berikut masih sementara, bisa berkurang atau bertambah sesuai kebijakan Kominfo ya) :

  • Inggris (Universitas dan Jurusan sesuai dengan persetujuan Kementerian Kominfo)
  • Belanda
    • University of Twente
    • TU Delft
    • Tilburg University
    • University of Amsterdam
  • Jerman
    • TU Kaiserslautern
    • TU Ilmenau
    • Universitat Duisburg-Essen
    • HTW Berlin
  • Korea Selatan
    • Korea University
    • Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST)
  • Australia
    • CMU – Australia
  • Jepang
    • The University of Electro-Communications (UEC)
    • University of Tsukuba

Pelamar diutamakan memilih program studi sesuai dengan bidang-bidang studi yang telah ditetapkan Kementerian Kominfo, antara lain:

  • Hukum (Cyber, Satelit, Telekomunikasi, dan bidang hukum lainnya yang terkait dengan TIK)
  • Ekonomi (e-Commerce, e-Business, Accounting and Financial Information System, dan bidang ekonomi lainnya yang terkait dengan TIK)
  • Ilmu Komputer
  • Teknik Informatika
  • Teknik Elektro/Elektronika
  • Teknik Telekomunikasi
  • Digital Media dan/atau New Media
  • Ilmu Komunikasi: Penyiaran, Jurnalistik, Periklanan, Public Relations
  • Design Grafis
  • Animasi

Kalau dari sekian banyak program studi, ada yang menjadi minat kamu, jadi tunggu apalagi, silahkan daftar online di sini dan lengkapi dokumen-dokumen berikut :

1. Fotokopi kartu identitas diri : Akte kelahiran, KTP, Paspor (jika sudah ada)

2. Fotokopi ijazah S1 yang dilegalisir

3. Fotokopi ijazah S1 yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris

4. Fotokopi transkip nilai S1 yang dilegalisir

5. Fotokopi transkip nilai S1 yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris

6. Fotokopi sertifikat ITP TOEFL/IELTS

7. Surat Keterangan Sehat dari Dokter

8. Fotokopi Sertifikat TPA dari UPP TPA Bappenas

9. Surat Keterangan Catatan Kepolisian

10. Letter of Acceptance dari perguruan tinggi luar negeri (bila sudah ada)

11. Pengalaman Akademik dan Motivasi Studi (lLampiran 1)

12. Surat pernyataan Pelamar bermaterai (Lampiran 2)

13. Surat rekomendasi Atasan (Lampiran 3)

14. Pas foto berwarna 4 x 6 cm sebanyak 4 buah

Semua syarat ini dikirimkan ke :

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia

Panitia Seleksi Beasiswa S2 Luar Negeri

Gedung Depan Kementerian Komunikasi dan Informatika Lt. 4

Jalan Medan Merdeka Barat No. 9

Jakarta – 10110

Memang cukup banyak dokumen yang harus dipersiapkan, namun kalau niat sudah bulat untuk sekolah lagi dengan beasiswa, tentunya semua keribetan ini bisa kamu jalani dengan ikhlas dan senang hati bukan ?😀

Selamat berjuang, semoga kamu menjadi salah satu pelamar yang berhasil yaaa🙂

Oya,informasi selengkapnya kamu bisa baca langsung di situs Kominfo. Di sana juga kamu akan dapat template formulir untuk Lampiran 1, 2 dan 3.

SEMANGAAAAATTT🙂

Senam Hamil yuuk :)

Tags

,

Memasuki usia kehamilan 30 minggu, badan saya sudah mulai menikmati fase gampang lelah, mudah kena batuk flu pilek, pegal-pegal luar biasa, dan langganan kram kaki. Padahal beban kerja saya lagi tinggi-tingginya, jadi saya masih harus sering beredar melakukan penelitian meskipun tidak lagi naik pesawat. Senin kemarin, pas lagi blusukan ke daerah Kebon Melati untuk melakukan penyebaran data, kaki kiri saya sakitnya minta ampun, bekas kram yang belum kunjung reda nyerinya.

Akhirnya, hari Sabtu saya memutuskan untuk melakukan senam hamil meskipun masih cenat cenut. Ini adalah kali kedua saya melakukan senam hamil di RS Buah Hati di jalan Aria Putra. Instrukturnya memang sudah tua, usia di atas 60 tahun, tapi kelincahannya tidak perlu diragukan. Mereka masih sangat sangat energik🙂 Begitu masuk, kita dipersilahkan untuk mengganti baju dengan setelan baju senam yang sudah disediakan, supaya lebih leluasa untuk mengikuti gerakan-gerakan senam hamil yang diajarkan.

Sebelum senam dimulai, saya dan peserta lainnya diajak berdoa, dan kemudian diajak untuk menghitung denyut nadi masing-masing. Nah ini dia kelemahan saya dari dulu. Saya agak sulit menemukan nadi saya, jadi saya asal sebut saja begitu ditanya berapa jumlah denyut nadinya, hehe..(Jangan ditiru ya..)

Gerakan senam dimulai dengan pemanasan,dan setiap akhir dari satu gerakan kita dilatih untuk melakukan gerakan pernapasan yang teratur. Kemudian gerakan-gerakan inti sampai latihan gerakan untuk ngeden nanti. Ada gerakan yang cukup sulit buat saya, seperti gerakan goyang pinggul, kemudian gerakan-gerakan kegel, sampai gerakan buang nafas untuk ngeden. Berulang kali dicoba ternyata saya belum bisa melakukannya dengan benar. Makanya saya berniat untuk rutin melakukan senam hamil setiap minggunya. Biar hapal, hehe.. Practice makes perfect, right? 

Untuk pendinginannya, saya dilatih untuk melakukan gerakan sujud sebagai bentuk rileksasinya. Seperti gerakan sujud dalam solat, dengan pahanya menyentuh bagian perut,kemudian kedua tangan dijulurkan ke depan, dan kepala menghadap ke sebelah kiri atau kanan. Bagi yang posisi bayinya masih melintang seperti saya, katanya gerakan ini harus sering-sering dipraktekkan supaya posisi bayi menghadap ke arah yang benar. Minimal setelah solat, harus mempraktekkan gerakan ini selama 10 menit. (Daaan, meskipun niat sudah bulat, tapi ternyata susah menerapkannya loh, hehe..)

Banyak yang menyangsikan senam hamil akan bermanfaat ketika nanti due date-nya. Katanya nanti gerakan-gerakan itu akan terlupakan begitu saja saking paniknya. Entahlah nanti, tapi yang jelas buat saya, efek senam hamil langsung terasa di tubuh. Begitu selesai senam hamil, tubuh saya terasa segar dan fit. Ajaibnya lagi, si nyeri keram kaki langsung hilang. Senangnyaaa..

Jadi, buat bumil-bumil berbahagia yang kebetulan lagi membaca post ini, saya merekomendasikan untuk mencoba senam hamil. Siapa tahu efek segar dan semangatnya juga terasa di para bumil setelah senam hamil🙂

Untuk yang mau mencoba senam hamil di RS Buah Hati Ciputat, berikut infonya :

Lokasi : Aula RS Buah Hati, Jalan Aria Putra, Ciputat.

Waktu : Sabtu, pukul 10.00 – 11.00 WIB

Biaya : Rp 25.000, 00

Yuk bumil, mari senaaaaaaam🙂

Dua Garis

Tags

, , ,

Dinas luar ke Bengkulu minggu kemarin memang benar-benar butuh perjuangan. Belum hilang batuk dan pilek bawaan dari Jakarta, ditambah dari mulai hari pertama sampai hari terakhir dinas saya mengalami mual luar biasa terutama pada pagi dan petang hari. Alhamdulillah penelitian tetap berjalan lancar karena saya punya tim lapangan yang luar biasa bahu membahu untuk menyelesaikan pengumpulan data. Belum lagi mba Dede, teman sekamar saya yang ketimpangan tugas membalur minyak kayu putih pada saya yang seperti kena sindrom jetlag berhari-hari, yang kemudian menjadi agenda rutin pada pagi dan sebelum tidur.

Saya juga tiba-tiba jadi pilih-pilih makanan, alias menginginkan makanan tertentu selama dinas. Alhasil, berhubung timnya kompak, jadi semua  mengikuti keinginan makan saya. Saya ingin makan seafood, mereka jadi ikut makan seafood. Saya ingin makan di Solaria, mereka ikut makan di Solaria. Saya ingin makan sate ayam, semua ikut makan sate ayam, hehehe..

Beberapa teman menduga saya pasti hamil. Dan mereka menyarankan untuk melakukan test pack. Saya tidak yakin atas kehamilan ini dan tidak mau berharap banyak, takut sedih sendiri. Apalagi suami jauh dari jangkauan, jadi kalau saya melakukan test pack dan hasilnya negatif di Bengkulu, maka tidak ada dada suami tempat biasa saya menyender dan menangis, dan tidak ada kaos suami, tempat biasa saya mengelap air mata (dan ingus -kadangkadang ) . Lagi pula saya masih punya stok testpack di rumah, kan sayang kalau beli lagi ( Bakat pelit sudah mulai muncul :lol:)

Akhirnya saya pesan sama suami untuk membawakan test pack itu saat menjemput saya di rumah Bunda, karena dari Bandara saya langsung menuju Depok, sambil menunggu suami selesai workshop di kantor. Daaan, karena pada akhirnya suami lupa membawakan perangkat itu, maka dia pun membelikan test pack berbagai merek, dari yang murah sampai yang mahal.

Dengan perasaan cemas luar biasa yang tak bisa tergambarkan, saya pun melakukannya. Namun saya juga menguatkan hati untuk tidak menangis seperti tes-tes sebelumnya ketika test pack nanti menunjukkan hasil negatif.

Dan, perangkat itu pun menunjukkan DUA GARIS.

Saya segera mengabarkan pada suami yang menunggu di luar kamar mandi, kalau dia akan menjadi seorang ayah. Kemudian untuk memastikan, dia pun memasukkan perangkat merk lain ke dalam urine yang saya tampung. Dan hasilnya pun sama, DUA GARIS. Suami bergegas mengajak saya untuk segera melakukan sujud syukur. Sungguh momen yang luar biasa yang kami alami waktu itu :’) .

Mohon doanya ya, semoga saya dan calon bayi yang ada di rahim saya selalu sehat, amiiin🙂

Jam Bumi, Mau Ikut Berpartisipasi ?

Tags

, , ,

Hari Sabtu ini jatuh pada 31 Maret, hari Sabtu terakhir di bulan Maret. Ini artinya sekarang merupakan harinya Jam Bumi, atau yang populer disebut Earth Hour. Tepatnya pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat, sebagian besar penduduk dunia yang ingin ikut berpartisipasi dalam meringankan beban bumi  akan memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak perlu, sebagai wujud kesadaran dari dampak perubahan iklim.

Earth Hour sendiri awalnya merupakan kegiatan yang dicetuskan WWF tahun 2007 bekerjasama dengan The Sidney Morning Herald dalam mengajak penduduk Sydney untuk memadamkan lampu yang tidak digunakan selama satu jam. Tak disangka, ternyata kegiatan ini memiliki banyak dukungan dan kini menjadi petisi global atau agenda berbagai negara di dunia.

Cuma satu jam saja? Apa Efeknya ?

Dari situs Earth Hour Indonesia, saya menemukan ilustrasi mengenai apa yang bisa kita peroleh dengan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini :

Aksi Sederhana, Dampak Luar Biasa

Sebagian dari kita mungkin menganggap aksi ini mudah. Benarkah?   Namun saya merasa jumlah masyarakat yang terlibat dalam aksi Jam Bumi lebih sedikit dari masyarakat yang masih tidak peduli atau memandang remeh aksi ini. Salah satu bagian kecil masyarakat golongan kedua itu adalah saya. Saya mengklaim diri saya sebagai pecinta alam, namun tiga tahun semenjak Earth Hour dikampanyekan di Indonesia, belum sekalipun saya benar-benar ikut ambil bagian. Entah sok sibuk atau merasa ini aksi ini tidak benar-benar penting, yang jelas hal ini sangat menyedihkan. Karena itu, saya  tidak ingin melewatkan kesempatan ini.  Memang, kesadaran harus dilakukan dari hal yang paling mudah, agar bisa diterapkan sesegera mungkin.

Setelah satu jam, jadi gaya hidup

Ya. Melindungi bumi memang tak cukup hanya satu jam saja setiap tahun. Tapi harus dilakukan setiap saat, setiap kali kita tidak sedang menggunakan peralatan yang membutuhkan listrik, atau mematikan lampu jika memang sinar matahari masih mampu menggapai ruangan kita. Salah satu contoh implementasinya di tempat kerja adalah tidak membiarkan komputer dalam keadaan menyala ketika jam istirahat. Atau mencabut adaptor dari surge protector (bahasa kerennya colokan :D) ketika baterai gadget  telah terisi penuh. Terdengar mudah, namun tidak dalam pelaksanaannya. Ya kan ?

Jadi, saya berkomitmen untuk mencoba dari hal yang mudah. Saat ini. Dengan ikut andil dalam kegiatan Jam Bumi. Kamu pun bisa ikut berpartisipasi melalui jejaring sosialmu dan mengingatkan orang-orang terdekat semampunya untuk menyadari keberadaan hari ini.

Salah satu kegiatan mudah dan menyenangkan dalam mengkampanyekan Earth Hour yang saya lakukan adalah mengunjungi kanal Earth Hour Youtube. Dengan tagline  ” I Will if You Will : Do Something Awesome for the Environment, Get Something Awesome for Return” , saya bisa memilih aksi-aksi tantangan yang akan saya lakukan sebagai bentuk mendukung Earth Hour, sebagai imbalannya si Penantan dari berbagai penjuru dunia tersebut akan melaksanakan ‘sumpah’nya jika mencapai jumlah target pemilih tantangan yang ditetapkan.

Salah satu aksi yang saya pilih adalah : I Will Climb this Whole Building If You Agree to Take Public Transportation

Jadi, mana aksimu ?🙂

Regards,

Posted from WordPress for Android

Ojek Kelas Atas

Tags

Mungkin saking ingin cepatnya menempelkan badan ini ke kasur tercinta, maka Rabu ini saya pulang teng go, istilah yang kerap digunakan rekan-rekan kantor untuk menggambarkan situasi pulang tepat waktu. Seperti biasa, rute yang saya naiki adalah 502 dan naik kereta dari stasiun tanah abang. Untunglah begitu sampai stasiun yang sumpah bikin pe er banget itu untuk sampai ke peron, commuter line tujuan pun tiba, jadi saya bisa sempat ikut berjuang untuk rebutan tempat duduk di gerbong wanita. Akhirnya dengan gerak cepat dan terlatih, saya pun mendapatkannya. Jadi, begitu kondektur memeriksa karcis, mata saya pun dengan alaminya terpejam begitu cepat. Entah berapa stasiun telah berlalu ketika saya terbangun begitu tiba-tiba dan panik karena takut stasiun sudimara terlewat, maka saya turun dengan refleks, lebih tepatnya ketika nyawa belum terkumpul sempurna.

Ternyata, saya turun di stasiun Jurangmangu. Alih-alih buru-buru menaiki commuter line yang belum menutup pintunya, saya pun memutuskan untuk mencoba pulang ke rumah dari stasiun Jurangmangu.Ini merupakan yang pertama kali sendiri  karena sebelumnya nebeng motornya nda😀 setelah tiga bulan pindah ke Pamulang. Saya sangat menyukai stasiun ini, karena semuanya nampak teratur. Stasiun ini bersih dan nyaman. Selain itu juga ada ibu penjual snack yang menjual risol mayones yang enaaak sekali😛 . Tepat di parkiran motor  itu, para tukang ojek berkumpul. Anehnya mereka tidak seagresif seperti tukang ojek kebanyakan yang pernah saya temui. Biasanya tukang ojek sangat bersemangat mengeluarkan bujuk rayu untuk menggaet penumpang agar menggunakan jasanya, namun disini mereka hanya duduk manis dan mengobrol dengan sesama pengojek lain hingga calon penumpang menghampirinya. Parahnya,saya jadi tidak bisa membedakan mana yang tukang ojek atau mana yang sedang menjemput keluarganya. Pada akhirnya saya pun bisa juga menemui seorang tukang ojek, meskipun tidak bisa dinilai jika hanya dilihat dari penampilannya yang rapi jali. Etika yang harus dipegang seorang penumpang ketika ingin menggunakan jasa kendaraan tanpa argo adalah menanyakan dulu tarif ke tempat tujuan.

Saya (S) : ” Bang, ke Sarana berapa?”

Tukang Ojek (TO) : “Sarana mana nih? Kedaung ?”

(S) : “Iya, daerah kavling itu..”

TO : “Ooh.. lima belas ribu aja..”

S :”Hah? LIMA BELAS RIBU? Saya biasanya dari Sudimara cuman delapan ribu bang..”

TO : “Yah kan beda kelasnya.. disini kan yang naik orang mentereng semua..orang kantoran..beda sama yang disono..Ibaratnya kalo taksi ya, ojek disini tuh blubednya..”

S : “What the *&^% ?”

Percakapan menyebalkan ini pun segera saya akhiri karena selain saya tidak ingin berdebat lebih lama dengan tukang ojek berkelas ini, saya juga ingin segera melanjutkan tidur yang sempat terputus di kereta.

Dengan proses tawar menawar sekenanya dan keterpaksaan dua belah pihak, akhirnya saya pun diantar menuju rumah dengan tarif sepuluh ribu rupiah. Ini pun masih lebih mahal daripada tukang ojek yang biasanya saya tumpangi dari sudimara, padahal stasiun sudimara lebih jauh daripada jurangmangu.

Oh please, fenomena tukang ojek kelas atas ini sungguh membuat Rabu sore saya kelabu.

Regards,

Posted from WordPress for Android